Eksplorasi Teknik Pengumpulan Data

Eksplorasi Teknik Pengumpulan Data

Dalam sebuah penelitian, memilih jenis pengumpulan data dengan metode yang tepat sangat penting agar bisa mendapatkan data yang relevan dan mendalam. Metode penelitian kualitatif sering digunakan dalam bidang ilmu sosial dan humaniora untuk menggali pemahaman tentang suatu fenomena secara menyeluruh dan dalam konteksnya. Teknik pengumpulan data adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi dalam penelitian.

Beberapa Jenis Pengumpulan Data

Dari berbagai macam teknik pengumpulan data yang ada, artikel ini akan menjelaskan beberapa di antaranya, antara lain:”

  1.   Metode  Observasi. Kegiatan mengamati dan mencermati suatu hal untuk mendapat kesimpulan. Metode ini juga memiliki banyak teknik seperti observasi partisipan untuk memahami dinamika internal, observasi terstruktur untuk mengamati perilaku, observasi terbuka, dan banyak lagi.
  2.     Metode Wawancara. Metode ini melibatkan kerja sama dari semua pihak yang terkait untuk mengungkap fakta dengan saling berbagi pandangan dan pengalaman. Contohnya seperti berdiskusi. Dengan salah satu tujuan yaitu memberi pemahaman yang lebih mendalam tentang topik yang diteliti.
  3.     Metode Kuesioner. Metode ini melibatkan kerja sama dari semua pihak yang terkait untuk mengungkap fakta dengan saling berbagi pandangan dan pengalaman. Tujuannya untuk memastikan dalam berbagai cara atau metode yang digunakan dalam sebuah penelitian untuk mendapatkan informasi atau data yang dibutuhkan guna menjawab pertanyaan yang diajukan dalam penelitian tersebut.
  4.     Studi kasus. Data yang dikumpulkan dari metode ini melalui wawancara, observasi atau bisa juga dengan analisis dokumen yang memiliki kaitan dengan kasus yang diteliti. Studi kasus sering digunakan dalam penelitian kualitatif. Tujuannya agar dapat memahami suatu fenomena atau masalah secara mendalam dengan cara menganalisis studi kasus yang spesifik.
  5.     Analisis  Dokumen. Dari sini data terlebih dahulu dikumpulkan dari dokumen atau sumber tertulis lain. Cara ini sering digunakan untuk penelitian historis atau penelitian yang melibatkan analisis kebijakan. Tujuannya agar memahami topik atau isu dengan mempelajari dari dokumen yang relevan.

Kendala Pada Masa Pendataan

Adapun pengalaman yang tidak akan terlupakan saat masa pendataan, yang kemudian menjadi pembelajaran untuk masa yang akan datang.beberapa kendala yang biasa terjadi antara lain:

  •         Ketidakkonsistenan dalam Pengumpulan Data. Hal ini tentunya buruk untuk peneliti. Jika dua orang melakukan pengamatan terhadap peristiwa yang sama tetapi mencatat detail yang sedikit berbeda, ketidakkonsistenan tersebut, meskipun terlihat kecil, bisa menyebabkan perbedaan data yang berdampak besar.
  •         Kesalahan pengukuran. Kesalahan ini dapat terjadi saat kalibrasi instrumen di laboratorium atau akibat kesalahan pencatatan oleh pewawancara. Jika hal ini terjadi, dampaknya bisa cukup serius dan mempengaruhi keakuratan data secara keseluruhan.
  •         Bias ingatan. Sebelumnya hal ini dibahas di artikel tentang Metode Kualitatif. Sebenarnya, Analisis apapun dapat mengalami bias. Salah satunya adalah bias konfirmasi, yang mana Peneliti cenderung mencari bukti yang sesuai dengan hipotesis yang mereka ajukan. Selain itu, ada bias pengamatan yang disebut efek Hawthorne, di mana subjek berubah perilaku karena merasa sedang diawasi. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti dianjurkan melakukan refleksi, yaitu menulis tentang bagaimana pengalaman dan latar belakang pribadi mempengaruhi cara mereka memahami dan menganalisis data. Dengan mengajak tim peneliti untuk meninjau hasil penelitian, hal ini juga bisa membantu mengurangi perspektif yang sempit dan meningkatkan objektivitas.

Kesimpulan

Dalam penelitian, memilih metode yang tepat untuk mengumpulkan data sangat penting agar mendapatkan informasi yang relevan. Metode kualitatif seperti observasi, wawancara, kuesioner, studi kasus, dan analisis dokumen digunakan untuk memahami fenomena dengan mendalam. Peneliti harus berhati-hati terhadap tantangan seperti ketidakkonsistenan, kesalahan pengukuran, dan bias yang dapat mempengaruhi akurasi data.

 

Penulis: Carissa Devin Maheswari

Scroll to Top