Cara Menyusun Landasan Teori

Penelitian ilmiah membutuhkan fondasi teoretis agar memiliki alur berpikir yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Banyak mahasiswa mengalami kendala saat masuk ke bagian landasan teori karena dianggap sulit, rumit, atau memerlukan literatur dalam jumlah besar. Padahal, cara menyusun landasan teori dapat dipelajari secara bertahap melalui proses identifikasi konsep, pemilihan teori, pembacaan literatur, hingga penyusunan kerangka berpikir. Landasan teori bukan semata ruang untuk mengutip pendapat ahli, tetapi bagian penting dalam membangun argumentasi ilmiah dan legitimasi metodologis penelitian.

Baca Juga: Etika Analisis Data dalam Penelitian Ilmiah

Menentukan Variabel dan Ruang Lingkup Kajian

Cara menyusun landasan teori dimulai dari penentuan variabel yang menjadi fokus penelitian. Variabel adalah konsep inti yang menjelaskan objek penelitian, baik dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Penentuan variabel memungkinkan peneliti mengetahui batasan kajian serta memetakan fenomena yang akan diteliti. Tanpa variabel yang jelas, landasan teori akan menjadi melebar dan sulit diarahkan.

Variabel yang telah ditentukan kemudian dibatasi ruang lingkupnya agar relevan dengan tujuan penelitian. Pembatasan ruang lingkup menjadi penting karena penelitian akademik tidak mungkin menjelaskan semua aspek dari sebuah fenomena. Oleh karena itu, peneliti perlu memilih perspektif tertentu agar teori yang digunakan relevan dan memiliki kekuatan dalam menjelaskan fenomena.

Setelah variabel dan ruang lingkup ditetapkan, peneliti mulai mengidentifikasi konsep-konsep turunan. Konsep turunan ini membantu memperjelas teori yang akan digunakan dan memperkaya pemahaman peneliti terhadap objek kajian. Konsep turunan juga mempermudah proses pencarian literatur akademik.

Variabel yang telah ditentukan nantinya akan berkaitan dengan kerangka konseptual penelitian. Kerangka konseptual adalah gambaran hubungan teori dengan data yang diperoleh, sehingga diperlukan penyusunan yang sistematis dan logis.

Pada tahap ini, cara menyusun landasan teori berfokus pada penyusunan struktur dasar penelitian agar argumentasi yang dibangun tidak tumpang tindih atau melebar dari tujuan awal.

Mencari dan Menyeleksi Literatur Akademik

Tahap kedua dalam cara menyusun landasan teori adalah mengumpulkan dan menyeleksi literatur akademik. Literatur akademik dapat berupa jurnal ilmiah, artikel penelitian, buku referensial, prosiding akademik, skripsi, tesis, disertasi, maupun sumber ilmiah kredibel lainnya. Keberagaman literatur akan membantu peneliti memperkuat dasar teoretis penelitian.

Proses pencarian literatur tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Peneliti perlu memastikan kesesuaian literatur dengan variabel penelitian agar tidak terjadi kesenjangan teoritis. Di sisi lain, kualitas literatur juga menjadi pertimbangan. Literatur yang terbit dalam jurnal bereputasi atau buku akademik memiliki legitimasi ilmiah yang lebih kuat dibandingkan sumber populer.

Seleksi literatur dilakukan dengan membandingkan temuan penelitian sebelumnya. Temuan tersebut dapat menjadi bahan referensi dalam menyusun kerangka pemikiran penelitian. Selain itu, penelitian terdahulu dapat membantu peneliti mengidentifikasi celah penelitian (research gap) sehingga penelitian memiliki kontribusi akademik.

Literatur yang dipilih kemudian dipetakan berdasarkan konsep dan temuannya. Pemetaaan literatur memungkinkan peneliti melihat hubungan antarkonsep secara lebih jelas. Pemetaan tersebut juga membantu peneliti dalam menentukan teori apa yang paling sesuai untuk penelitian yang dilakukan.

Pada akhirnya, proses seleksi literatur merupakan bagian penting dalam cara menyusun landasan teori karena menentukan kualitas argumentasi ilmiah yang akan disusun pada tahap selanjutnya.

cara menyusun landasan teori

Menyusun Kerangka Konseptual dan Teori Pendukung

Pada tahap ini peneliti melakukan beberapa tugas penting:

  • Menghubungkan variabel dengan teori utama
  • Membandingkan teori dari berbagai perspektif
  • Mengidentifikasi asumsi teoretis yang relevan
  • Merumuskan definisi operasional variabel
  • Menyusun kerangka pikir penelitian

Kerangka konseptual berfungsi sebagai jembatan antara teori dengan proses penelitian. Tanpa kerangka konseptual, cara menyusun landasan teori akan kehilangan arah ilmiah dan hanya menjadi kumpulan kutipan yang tidak memiliki korelasi logis.

Mengintegrasikan Landasan Teori dalam Analisis Data

Tahap berikutnya dalam cara menyusun landasan teori adalah proses integrasi teori dalam analisis data. Teori tidak hanya dijadikan referensi awal, tetapi menjadi alat untuk memahami temuan penelitian.

Beberapa tahapan dalam proses ini meliputi:

  • Menguji teori melalui data empiris
  • Membandingkan hasil penelitian dengan teori
  • Menghubungkan temuan dengan penelitian terdahulu
  • Menganalisis fenomena menggunakan konsep teoretis
  • Menyusun implikasi ilmiah berdasarkan hasil analisis

Dengan tahap ini, teori memiliki fungsi operasional dalam penelitian dan tidak berhenti sebagai teks deskriptif.

Evaluasi Teori dan Implikasi Penelitian

Tahap terakhir dalam cara menyusun landasan teori berkaitan dengan evaluasi teoretis dan penyusunan implikasi penelitian. Evaluasi teori bertujuan untuk melihat sejauh mana teori yang digunakan mampu menjelaskan fenomena empiris yang ditemukan.

Selain itu, penelitian juga dapat menghasilkan implikasi teoritis berupa penguatan teori, modifikasi teori, atau kritik akademik terhadap teori tertentu. Kontribusi semacam ini penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan karena penelitian merupakan upaya memperbaiki, menguji, dan mengembangkan pengetahuan ilmiah.

Penelitian juga dapat menghasilkan implikasi praktis yang dapat diterapkan dalam dunia nyata. Implikasi praktis diperlukan agar penelitian memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, institusi, atau profesi tertentu.

Baca Juga: Mutu dan Kualitas Penelitian Akademik

Kesimpulan

Cara menyusun landasan teori adalah bagian penting dalam proses penelitian ilmiah yang melibatkan penentuan variabel, pencarian literatur, penyusunan kerangka konseptual, hingga evaluasi teori. Landasan teori tidak hanya memperkuat argumentasi ilmiah tetapi juga menghubungkan data dengan konsep secara sistematis. Dengan cara menyusun landasan teori yang tepat, penelitian akan memiliki arah yang jelas, validitas metodologis, serta kontribusi teoretis dan praktis bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari tesis.id. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin tesis.id sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.

Scroll to Top