Publikasi di jurnal internasional bereputasi menjadi target banyak dosen dan peneliti, terutama yang ingin meningkatkan rekam jejak akademik dan memperluas dampak risetnya. Salah satu penerbit terbesar yang sering menjadi tujuan adalah Elsevier. Namun, banyak penulis mengeluhkan lamanya proses review setelah submit artikel.
Durasi proses review tidak semata-mata bergantung pada faktor keberuntungan, melainkan juga dipengaruhi oleh kesiapan teknis dan kualitas akademik naskah. Ada strategi teknis dan akademik yang dapat meningkatkan peluang artikel diproses lebih cepat oleh editor dan reviewer.Artikel ini membahas langkah-langkah sistematis untuk membuat proses submit jurnal Elsevier lebih efisien serta mempercepat tahap review tanpa melanggar etika publikasi.

Memahami Sistem Submit di Jurnal Elsevier
Elsevier menggunakan sistem pengelolaan naskah berbasis online seperti Editorial Manager atau sistem internal lainnya. Semua proses, mulai dari submit, revisi, hingga keputusan akhir dilakukan melalui platform resmi jurnal.
Sebagian besar jurnal Elsevier yang bereputasi juga terindeks dalam Scopus. Artinya, standar seleksi dan kualitasnya sangat ketat. Editor akan melakukan desk evaluation sebelum naskah dikirim ke reviewer. Jika tidak sesuai scope atau format, artikel bisa langsung ditolak tanpa review.
Tahap awal ini sering menjadi salah satu penyebab utama keterlambatan dalam proses review. Banyak naskah tertahan karena format tidak sesuai, referensi tidak konsisten, atau topik tidak relevan dengan aim and scope jurnal. Oleh karena itu, memahami karakter jurnal sebelum submit adalah langkah pertama agar proses berjalan lebih cepat.
Selain itu, penting untuk memastikan bahwa jurnal yang dipilih memang aktif dan sesuai bidang penelitian. Submit ke jurnal yang tidak relevan hampir pasti berujung pada penolakan cepat atau proses review yang berlarut-larut.
Dengan memahami alur sistem dan standar awal editor, penulis dapat menghindari kesalahan teknis yang memperlambat proses review.
Menyesuaikan Artikel dengan Scope dan Template Jurnal
Salah satu faktor utama agar artikel cepat masuk tahap review adalah kesesuaian dengan scope jurnal. Banyak penulis terlalu fokus pada reputasi jurnal tanpa memastikan apakah topik riset benar-benar sejalan dengan fokus editorialnya.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membaca aim and scope secara detail. Periksa jenis artikel yang diterima, pendekatan metodologi yang umum dipublikasikan, serta tren topik terbaru dalam edisi sebelumnya.
Langkah berikutnya adalah mengikuti template dan author guidelines secara konsisten dan ketat. Format struktur, jumlah kata, gaya sitasi, hingga tata letak tabel dan gambar harus sesuai standar jurnal. Editor sering melakukan screening awal berdasarkan aspek teknis ini.
Langkah selanjutnya adalah memastikan penggunaan bahasa akademik yang jelas, tepat, dan sesuai standar internasional. Jika artikel ditulis dalam bahasa Inggris, gunakan proofreading profesional atau native editor untuk menghindari kesalahan tata bahasa yang dapat memperlambat proses.
Langkah keempat adalah memastikan kebaruan penelitian jelas terlihat dalam abstrak dan pendahuluan. Editor biasanya membaca bagian ini terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah artikel layak dikirim ke reviewer.
Dengan persiapan matang pada tahap ini, peluang artikel langsung masuk proses peer review akan jauh lebih besar.
Baca Juga: Menjaga Integritas Peneliti dalam Proses Ilmiah
Strategi Teknis Agar Artikel Cepat Diproses Editor
Selain kualitas isi, terdapat beberapa strategi teknis yang dapat membantu mempercepat proses awal editorial:
- Gunakan cover letter yang ringkas, jelas, dan mampu menonjolkan kontribusi utama penelitian
- Pilih keyword yang relevan dan sesuai dengan indeksasi jurnal
- Sertakan potensi reviewer yang benar-benar ahli dan bukan dari institusi yang sama
- Pastikan semua file pendukung lengkap sejak awal submit
- Hindari kesalahan metadata seperti penulisan nama dan afiliasi
Cover letter sering dianggap sepele, padahal bagian ini membantu editor memahami nilai tambah artikel secara cepat. Jelaskan kontribusi ilmiah, kebaruan, dan relevansi terhadap pembaca jurnal.
Rekomendasi reviewer juga berperan penting. Jika editor kesulitan menemukan reviewer yang sesuai, proses bisa tertunda cukup lama. Dengan memberikan saran reviewer yang kredibel dan relevan, proses distribusi naskah dapat berjalan lebih cepat.
Ketelitian dalam aspek administratif sejak awal dapat mengurangi risiko artikel dikembalikan akibat kelengkapan dokumen yang tidak terpenuhi.
Menghindari Kesalahan yang Memperlambat Proses Review
Beberapa kesalahan umum berikut sering menyebabkan artikel tertahan lama, bahkan sebelum memasuki tahap review substansi:
-
Tidak sesuai dengan scope jurnal sehingga berisiko desk reject
Jika topik penelitian tidak sejalan dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, editor biasanya langsung menolak artikel tanpa mengirimkannya ke reviewer. Karena itu, penting membaca aim and scope jurnal sebelum submit. -
Tidak mengikuti template dan author guidelines secara detail
Setiap jurnal memiliki aturan teknis seperti format penulisan, gaya sitasi, struktur artikel, hingga jumlah kata. Ketidaksesuaian format sering membuat artikel dikembalikan untuk perbaikan sebelum masuk tahap review. -
Similarity index terlalu tinggi saat dicek editor
Editor umumnya menggunakan software pengecekan kemiripan. Jika tingkat similarity melewati batas wajar, artikel bisa ditolak atau diminta revisi karena dianggap kurang orisinal. -
Judul dan abstrak tidak menunjukkan kebaruan penelitian
Editor biasanya membaca judul dan abstrak terlebih dahulu. Jika kontribusi ilmiah dan novelty tidak terlihat jelas, artikel bisa dianggap kurang layak untuk diprioritaskan. -
Referensi kurang mutakhir dan minim jurnal internasional
Penggunaan referensi lama atau terlalu banyak sumber lokal dapat menurunkan kualitas akademik artikel. Jurnal bereputasi umumnya mengharapkan rujukan terbaru dan relevan secara global. -
Metodologi tidak dijelaskan secara jelas dan rinci
Metode penelitian yang tidak transparan membuat validitas hasil diragukan. Reviewer membutuhkan penjelasan detail agar penelitian dapat direplikasi atau diverifikasi. -
Metadata dan dokumen submit tidak lengkap
Kesalahan pada pengisian nama penulis, afiliasi, keyword, atau kelengkapan file tambahan dapat memperlambat proses administrasi sebelum artikel dikirim ke reviewer.
Editor umumnya menggunakan perangkat deteksi kemiripan sebelum naskah dikirimkan kepada reviewer. Jika similarity index terlalu tinggi, artikel bisa langsung ditolak atau diminta revisi awal.
Referensi juga menjadi indikator kualitas. Artikel dengan rujukan lama dan minim jurnal internasional sering dianggap kurang relevan dengan perkembangan terbaru.
Selain itu, metodologi yang tidak dijelaskan secara transparan akan menyulitkan reviewer dalam mengevaluasi validitas penelitian. Hal ini bisa menyebabkan permintaan revisi berulang yang memperpanjang waktu review.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, proses editorial dapat berjalan lebih lancar dan efisien.
Tips Profesional untuk Mempercepat Keputusan Akhir
Selain persiapan teknis, sikap profesional penulis juga berpengaruh terhadap kecepatan proses. Hindari mengirim email secara berulang dalam waktu singkat kepada editor karena dapat mengganggu proses administratif.
Jika status artikel cukup lama pada tahap “Under Review”, penulis dapat mengirim email sopan setelah melewati waktu standar yang tercantum di jurnal. Komunikasi yang profesional menunjukkan kredibilitas sebagai akademisi.
Saat menerima revisi, responlah dengan cepat dan sistematis. Buat tabel respon reviewer yang jelas dan jelaskan setiap perubahan yang dilakukan. Respons yang komprehensif dapat mempercepat keputusan akhir editor.
Terakhir, konsistensi dalam membangun rekam jejak publikasi juga membantu. Penulis yang memiliki histori publikasi baik cenderung lebih dipercaya dalam proses editorial.
Baca Juga: Kritis Ilmiah dalam Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Kesimpulan
Submit jurnal Elsevier agar cepat review memerlukan kombinasi antara kualitas ilmiah, ketelitian teknis, dan strategi komunikasi yang profesional. Kesesuaian dengan scope jurnal, kepatuhan terhadap template, kelengkapan dokumen, serta respons cepat terhadap revisi menjadi faktor utama yang memengaruhi kecepatan proses editorial. Dengan persiapan matang dan pendekatan yang sistematis, peluang artikel masuk tahap review lebih cepat dan memperoleh keputusan lebih efisien akan semakin besar. Keberhasilan publikasi tidak hanya ditentukan oleh reputasi jurnal, tetapi juga oleh kesiapan dan profesionalisme penulis dalam memenuhi standar internasional.
Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari tesis.id. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin tesis.id sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.
