Teknik Wawancara Tertutup dalam Penelitian

Pendekatan penelitian menuntut peneliti untuk memilih teknik pengumpulan data yang paling sesuai dengan tujuan dan karakteristik penelitian. Salah satu teknik yang sering digunakan, khususnya dalam penelitian yang membutuhkan data terstruktur dan mudah dianalisis, adalah teknik wawancara tertutup. Teknik ini digunakan ketika peneliti ingin memperoleh jawaban yang seragam dan terfokus dari responden.

Teknik wawancara tertutup menempatkan peneliti sebagai pengendali utama jalannya wawancara. Pertanyaan disusun secara sistematis dan telah ditentukan sebelumnya, sehingga responden hanya memilih atau memberikan jawaban sesuai dengan alternatif yang tersedia. Pendekatan ini berbeda dengan wawancara terbuka yang memberi kebebasan luas kepada responden dalam menyampaikan pandangan.

Dalam praktik penelitian sosial, pendidikan, dan evaluasi program, teknik wawancara tertutup sering digunakan untuk mengukur sikap, persepsi, atau tingkat pemahaman responden terhadap suatu fenomena. Data yang dihasilkan relatif seragam sehingga memudahkan proses pengolahan dan analisis.

Pemahaman terhadap teknik wawancara tertutup menjadi penting bagi mahasiswa dan peneliti pemula agar mampu menerapkannya secara tepat dan menghindari kesalahan metodologis. Kesalahan dalam penyusunan pertanyaan dapat memengaruhi validitas dan reliabilitas data yang dikumpulkan.

Artikel ini membahas secara komprehensif teknik wawancara tertutup, mulai dari konsep dasar, karakteristik, bentuk pertanyaan, penerapan dalam penelitian, hingga kelebihan dan keterbatasannya dalam pengumpulan data ilmiah.

Baca Juga: Contoh Wawancara Terbuka dalam Penelitian Kualitatif

Pengertian dan Konsep Dasar Teknik Wawancara Tertutup

Teknik wawancara tertutup merupakan metode pengumpulan data dengan menggunakan pertanyaan yang telah disusun secara terstruktur dan memiliki pilihan jawaban yang terbatas. Responden diminta memilih jawaban yang paling sesuai dengan kondisi atau pendapat mereka tanpa memberikan penjelasan tambahan yang panjang.

Secara konseptual, wawancara tertutup berakar pada pendekatan positivistik yang menekankan objektivitas dan keterukuran data. Data yang diperoleh diharapkan dapat dibandingkan antarresponden karena memiliki format jawaban yang sama. Dengan demikian, peneliti dapat mengidentifikasi pola dan kecenderungan secara lebih sistematis.

Dalam wawancara tertutup, peneliti berperan sebagai pewawancara yang mengikuti pedoman pertanyaan secara ketat. Setiap responden menerima pertanyaan yang sama dengan urutan yang sama pula. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan bias dan menjaga konsistensi pengumpulan data.

Konsep dasar wawancara tertutup juga menekankan efisiensi waktu. Karena jawaban telah dibatasi, proses wawancara dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan wawancara terbuka. Efisiensi ini menjadi alasan utama penggunaan teknik ini dalam penelitian dengan jumlah responden yang besar.

Dengan memahami konsep dasar tersebut, peneliti dapat menentukan kapan teknik wawancara tertutup tepat digunakan dan kapan perlu dikombinasikan dengan teknik lain untuk memperoleh data yang lebih mendalam.

Karakteristik Utama Teknik Wawancara Tertutup

Salah satu karakteristik utama teknik wawancara tertutup adalah struktur pertanyaan yang baku. Pertanyaan dirancang sebelum wawancara dilakukan dan tidak mengalami perubahan selama proses pengumpulan data. Struktur ini membantu peneliti menjaga konsistensi antarresponden.

Karakteristik berikutnya adalah keterbatasan jawaban responden. Responden tidak memiliki kebebasan untuk mengembangkan jawaban di luar opsi yang tersedia. Hal ini membuat data yang diperoleh lebih mudah dikodekan dan dianalisis secara statistik maupun deskriptif.

Teknik wawancara tertutup juga bersifat objektif. Karena jawaban telah ditentukan, interpretasi peneliti terhadap jawaban responden menjadi lebih minimal. Objektivitas ini penting dalam penelitian yang bertujuan mengukur variabel tertentu secara terkontrol.

Selain itu, wawancara tertutup memiliki tingkat reliabilitas yang relatif tinggi. Jika instrumen disusun dengan baik, hasil wawancara dapat direplikasi pada kelompok responden yang berbeda dengan hasil yang relatif konsisten.

Karakteristik lainnya adalah keterbatasan dalam menggali makna mendalam. Karena responden tidak diberi ruang untuk menjelaskan alasan atau pengalaman secara rinci, teknik ini kurang cocok untuk penelitian eksploratif yang membutuhkan pemahaman kontekstual yang mendalam.

teknik wawancara tertutup

Bentuk dan Contoh Pertanyaan dalam Wawancara Tertutup

Dalam wawancara tertutup, pertanyaan dirancang dengan format yang jelas dan pilihan jawaban yang terbatas. Bentuk pertanyaan ini bertujuan untuk mengarahkan responden pada jawaban yang telah disiapkan oleh peneliti.

Bentuk pertanyaan yang umum digunakan meliputi pertanyaan pilihan ganda, pertanyaan ya atau tidak, serta pertanyaan skala sikap. Masing-masing bentuk memiliki fungsi yang berbeda tergantung pada tujuan penelitian.

Contoh bentuk pertanyaan dalam wawancara tertutup antara lain:

  • Apakah Anda setuju dengan kebijakan tersebut? (Ya / Tidak)
  • Seberapa sering Anda menggunakan metode ini dalam pembelajaran? (Tidak Pernah, Jarang, Sering, Sangat Sering)
  • Bagaimana tingkat kepuasan Anda terhadap layanan tersebut? (Sangat Tidak Puas hingga Sangat Puas)

Penggunaan pertanyaan tertutup membantu peneliti menghindari jawaban yang menyimpang dari fokus penelitian. Namun, penyusunan pertanyaan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan bias atau menggiring responden pada jawaban tertentu.

Oleh karena itu, sebelum digunakan di lapangan, pertanyaan dalam wawancara tertutup sebaiknya diuji coba untuk memastikan kejelasan bahasa dan kesesuaian dengan tujuan penelitian.

Penerapan Teknik Wawancara Tertutup dalam Penelitian

Dalam penelitian pendidikan, teknik wawancara tertutup sering digunakan untuk mengevaluasi program, metode pembelajaran, atau kebijakan sekolah. Peneliti dapat mengumpulkan data dari guru atau siswa dengan cepat dan terstruktur.

Penerapan teknik ini juga banyak dijumpai dalam penelitian sosial dan evaluasi kebijakan publik. Pertanyaan tertutup memungkinkan peneliti mengukur sikap masyarakat terhadap suatu kebijakan atau program secara kuantitatif.

Langkah-langkah penerapan wawancara tertutup meliputi:

  • Menyusun pedoman wawancara berdasarkan variabel penelitian
  • Menentukan pilihan jawaban yang relevan dan tidak tumpang tindih
  • Melakukan uji coba instrumen sebelum digunakan secara luas
  • Melaksanakan wawancara sesuai pedoman tanpa improvisasi pertanyaan
  • Mencatat atau merekam jawaban responden secara sistematis

Penerapan yang konsisten akan membantu peneliti memperoleh data yang valid dan dapat dibandingkan antarresponden. Teknik ini juga memudahkan proses analisis karena data telah terstruktur sejak awal.

Namun, peneliti tetap perlu memperhatikan etika penelitian, seperti memberikan penjelasan tujuan wawancara dan menjaga kerahasiaan identitas responden.

Kelebihan dan Keterbatasan Teknik Wawancara Tertutup

Salah satu kelebihan utama teknik wawancara tertutup adalah efisiensi. Proses pengumpulan data dapat dilakukan dalam waktu singkat, terutama jika jumlah responden cukup besar. Efisiensi ini sangat membantu dalam penelitian survei dan evaluasi.

Kelebihan lainnya adalah kemudahan analisis data. Karena jawaban telah terstruktur, peneliti dapat dengan mudah mengelompokkan dan mengolah data menggunakan tabel atau perangkat lunak analisis.

Di sisi lain, teknik wawancara tertutup memiliki keterbatasan dalam menggali pengalaman dan makna subjektif responden. Jawaban yang terbatas dapat menyebabkan informasi penting tidak terungkap.

Keterbatasan lain adalah potensi bias dalam penyusunan pertanyaan. Jika pilihan jawaban tidak disusun secara seimbang, responden dapat terdorong memilih jawaban tertentu tanpa benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya.

Oleh karena itu, teknik wawancara tertutup sering dikombinasikan dengan teknik lain, seperti wawancara terbuka atau observasi, untuk memperoleh data yang lebih komprehensif.

Baca Juga: Analisis Hasil Wawancara: Konsep, Tahapan, dan Teknik Penelitian

Kesimpulan

Teknik wawancara tertutup merupakan metode pengumpulan data yang efektif untuk memperoleh informasi terstruktur dan mudah dianalisis. Dengan pertanyaan yang baku dan pilihan jawaban yang terbatas, teknik ini memungkinkan peneliti mengumpulkan data secara efisien dan konsisten. Meskipun memiliki keterbatasan dalam menggali makna mendalam, penerapan teknik wawancara tertutup yang tepat dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel. Pemahaman yang baik terhadap konsep, karakteristik, dan penerapannya akan membantu peneliti memilih teknik ini secara tepat sesuai dengan tujuan penelitian dan konteks yang dihadapi.

Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari tesis.id. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin tesis.id sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.

Scroll to Top